Kamis, 20 Januari 2011

JELY DARI LIMBAH KULIT PISANG DAN JERAMI NANGKA

Kulit pisang maupun jerami nangka selama ini masih dianggap sebagai limbah dan masih dibuang begitu saja oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, dan bahkan sering menjadai masalah yang dapat mencemari lingkungan.
Padahal, banyakmanfaat dan khasiat yang dapat di peroleh dari kulit pisang dan jerami nangka. Hasil dari penelitian dari tim Universitas Kedokteran Taichung Chung Shan, Taiwan, menyatakan bahwa kulit pisang bahwa kulit pisang kaya akan vitamin B6 dan serotin. Selain itu ekstrak dari kulit pisang juga terbukti berpotensi dapat mengurangi gejala depresi dan menjaga kesehatan retina mata, bahkan dianjurakan untuk mencegah depresi dapt menkonsumsi jus kulit pisang segar setiap seminggu sekali.
Demikian pula dengan jerami nangka wlaupun sering dianggap limbah ternyata masih banyak mengandung zat-zat yang sama dengan daging buahnya, Seperti proterin, serat kasar, gula,dan sebagainya sehingga masih bias dimanfaatkan untuk dibuat jelly karena masih mempunyai cita rasabuah nangka.
Jelly merupakan salah satu produk pangan semi padat yang cukup dikenal dan disukai oleh masyarakat. Biasanya jelly dikosumsi sebagai teman makan roti untuk sarapan pagi. Di pasaran terdapat berbagai jenis jelly dari buah – buahan dan tidak semua jenis jelly yang di perdagangkan bermutu tinggi, di samping itu harganyapun relative mahal. Sebenarnya membuat jelly sendiri tidak kalah mutunya dengan yang ada di pasaran bahkan kadang – kadang lebih baik. Apalagi kalau kita gunakan kulit pisang atau jerami nangka sebagai bahan baku jelly, sudahm jelas biaya produksi yang di keluarkanpun akan relative kecil, di samping tentunya jelly yang dihasilkan juga memiliki khasiat bagi kesehatan.
Syarat dan pembuatan jelly : dalam pembuatan jelly yang perlu diperhatikan adalah komposisi penggunaan bahan mentahnya yaitu 45 bagian kulit pidang atau jerami nangka dan 55 bagian gula. Pemekatan campuran ini minimal memiliki total padatan 65%. Unutuk mendapatkan jelly yang bermutu dengan flavour yang harum, maka perlu di gunakan campuran kulitpisang yang tua tapi setengeh matang. Penggunaan kulit pisang atau jerami nangka yang tua tapi stengah matang adalah untuk mendapatkan sumber pectin dan keasaman yang cukup baik. Pectin adalah senyawa polisakarida yang berguna untuk membuat gel dengan gula pada suasana asam. Ciri2 jelly yang baik adalah transparan, mudah di oleskan dan mempunyai aroma dan rasa buah asli.

CARA MEMBUAT JELLY
Agar produk jelly dibuat sendiri tidak kalah mutunya dengan jelly yang beredar di pasaran, maka kita harus memperhatikan aspek kebersihan dari alat2 maupun bahan baku yang akan digunakan. Alat yang digunakan harusnya dalam keadaan bersih dan tidak berkarat. Terbuat dari bahan yang tidak beracun, utuh tidak cacat dan mempunyai permukaan yang rata serta tidak terbuat dari bahan yang dapat bereaksi selama proses pengolahan atau pemanasan, seperti bahan melamin, sterofoam, tembaga, seng, timah hitam dan yang lain2. Sedangkan untuk persiapan bahan baku perlu di perhatikan kebersihan yang menempal, berulat/busuk. Mencuci bahan pangan untuk membuang kotoran, kuman, dan minyak atau lilin. Mengupas dan membuang bahan pangan yang tidak dimakan. Bahan makanan sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum dikupas atau di potong.
Pembuatan jelly dari kulit pisang maupun dari jerami nangka pada prinsipnya sama, yang membedakan hanya pada bahan bakunya saja. Untuk membuatnya diperlukan bahan2 sebagai berikut:
2 kg kulit pisang atau jerami nangka, potong2 sebesar dadu 450 gram gula pasir. 1 sdm sitrun zuur air bersih. Untuk pembuatan jelly dari kulit pisang hendaknya digunakan kulit pisang nangka. Perbandingan kulit pisang yang digunakan adalah kulit pisang nangka matang 1kg ditambah dengan kulit pisang nangka mentah 1kg. Sedang untuk jerami nangka dapat di gunakan dari buah yang sama dengan memilih jerami yang besar2 berwarna kuning/matang 1 kg. Dan berwarna agak keputihan 1kg.
Cuci seluruh bahan hingga bersih kemudian potong kecil2. Rebus bahan hingga bersih kemudian potong kecil2. Rebus bahan selama 5 sd 10 menit dengan perbandingan 1:1 artinya 1 bagian bahan dengan 1 bagian air bersih dan di tambahkan pula 1 sdm sitrun zuur. Setelah itu dihancurkan dengan blender, lalu di saring dengan kain saring(blacu) atau saringan kelapa hingga diperoleh sarinya. Cairan yang di peroleh biarkan selama satu jam sampai kotoran mengendap dan di peroleh cairan yang bening. Untuk membuat jelly takar sari buah sebanyak 450cc, kemudian tuangkan ke dalam wajan lalu didihkan bersama dengan gula pasir hingga kental dan masak. Tes dengan garpu makan bila sudah terbentuk selaput rongga garpu menandakan jelly sudah siap diangkat tuangkan dalam botol jam/topics tutup rapait. Sterilkan dengan direbus selama 15 menit. Jelly yang di hasilkan akan tahan disimpan selama satu bulan atau lebih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar